Jumat, 25 Maret 2016

Perekonomian Indonesia - Sistem Ekonomi Indonesia

PEREKONOMIAN INDONESIA
SISTEM EKONOMI INDONESIA

Disusun oleh
Esti Wulandari                     (22215282)
Lusiani Pratama Putri         (23215890)
Puput Putri Pratanti            (25215411)
1EB23

Universitas Gunadarma
2016

Kata Pengantar
      Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena kuasanya dan hidayahnya kami dapat melaksanakan dan menyelesaikan makalah ini dengan baik. Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada dosen Perekonomian Indonesia yang telah memberikan ilmu dan pengarahannya terhadap kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami dengan lancar.
      Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
      Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Bekasi, Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
            Perkembangan yang terjadi dalam perekonomian dunia semakin lama berlangsung semakin cepat dan sulit diprediksikan, sejalan dengan semakin lajunya kemajuan ilmu pengetahuan. Perombakan gaya hidup yang dahulu memerlukan waktu sampai sekian dasawarsa atau bahkan berabad-abad lamanya, kini bisa terjadi dalam waktu beberapa tahun saja. Apa yang disebut sebagai interdependensi ekonomi bukan lagi sekedar kata-kata kosong di atas kertas, melainkan sudah benar-benar hadir dan terasakan dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang terjadi di suatu tempat nun jauh disana, akan kita rasakan dampak-dampaknya, baik itu yang bersifat langsung maupun tak langsung.
1.2    Tujuan
1.2.1   Agar mahasiswa mengetahui sistem ekonomi Indonesia
1.2.2   Dapat mengetahui sistem ekonomi dan sistem politik di Indonesia
1.2.3   Mengetahui kadar kapitalesme dan sosialisme

BAB II
PEMBAHASAN
2.1    Pengertian Sistem
            Banyak ahli diberbagai disiplin ilmu mengemukakan pendapatnya mengenai arti sistem. Namun, apapun definisinya suatu sistem perlu memiliki ciri sebagai berikut (Suroso, 1993) :
       ·         Setiap sistem memiliki tujuan.
       ·         Setiap sistem mempunyai ‘batas’ yang memisahkannya dari lingkungan.
       ·         Walau mempunyai batas, sistem tersebut bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi juga dengan lingkungannya.
      ·         Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem yang biasa juga disebut dengan bagian, unsur, atau komponen.
      ·         Walau sistem tersebut terdiri dari berbagai komponen, bagian, atau unsur-unsur, tidak berarti bahwa sistem tersebut merupakan sekedar kumpulan dari bagian-bagian, unsur, atau komponen tersebut, melainkan merupakan suatu kebulatan yang utuh dan padu, atau memiliki sifat ‘wholism’.
     ·         Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan baik di dalam sistem (intern) itu sendiri, maupun antara sistem dengan lingkungannya.
     ·         Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses transformasi atau proses mengubah masukan menjadi keluaran. Karena itulah maka sistem sering disebut juga sebagai ‘Processor’ atau ‘transformator’.
     ·         Di dalam sistem terdapat mekanisme kontrol dengan memanfaatkan tersidianya umpan balik.
·         Karena adanya mekanisme kontrol maka sistem mempunyai kemampuan mengatur diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya atau keadaan secara otomatik.

2.2    Pengertian Sistem Ekonomi
            Menurut Dumairy (1996), Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antarmanusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tantanan kehidupan. Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai subjek; barang-barang ekonomi sebagai objek; serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi. Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembaga-lembaga ekonomi (formal maupun nonformal); cara kerja; mekanisme hubungan; hukum dan peraturan-peraturan perekonomian; serta kaidah dan norma-norma lain (tertulis maupun tidak tertulis); yang dipilih atau diterima atau ditetapkan oleh masyarakat di tempat tatanan kehidupan yang bersangkutan berlangsung. Jadi, dalam perangkat kelembagaan ini termasuk juga kebiasaan, perilaku, dan etika masyarakat; sebagaimana mereka terapkan dalam berbagai aktivitas yang berkenaan dengan pemanfaatan sumber daya bagi pemenuhan kebutuhan (hal. 30).
            Selanjutnya, Dumairy menjelaskan bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah berdiri sendiri. Ia berkaitan dengan falsafah, pandangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak. Sebuah sistem ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsur saja dalam suatu suprasistem kehidupan masyarakat. Ia merupakan bagian dari kesatuan ideology kehidupan bermasyarakat di suatu negara.
            Menurut Sanusi (2000), perbedaan antarsistem ekonomi satu dengan yang lainnya terlihat dari ciri-cirinya sebagai berikut :
     1.    Kebebasan konsumen dalam memilih barang atau jasa yang dibutuhkan.
     2.    Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja.
     3.    Pengaturan pemilihan/pemakaian alat-alat produksi.
     4.    Pemilih usaha yang dimanifestasikan dalam tanggung jawab manajer.
     5.    Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh.
     6.    Pengaturan motivasi usaha.
     7.    Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi.
     8.    Penentuan pertumbuhan ekonomi.
     9.    Pengendalian stabilitas ekonomi.
    10. Pengambilan keputusan.
    11. Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan.
            Secara umum ada 3 macam sistem ekonomi yang dikenal di dunia ini, yakni: sistem ekonomi liberal/kapitalis; sistem ekonomi sosialis; dan sistem ekonomi campuran, yakni sistem ekonomi yang tidak 100% kapasitas dan tidak 100% sosialis, atau sistem ekonomi yang mengandung elemen-elemen dari sistem ekonomi kapitalis maupun sistem ekonomi sosialis.

2.2.1 Sistem Ekonomi Kapitalisme
            Dalam Sanusi, sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem ekonomi di mata kekayaan yang produktif terutama dimiliki secara pribadi dan produksi terutama dilakukan untuk jual. Adapun tujuan pemilikan secara pribadi yakni untuk memperoleh suatu keuntungan/laba yang cukup besar dari hasil menggunakan kekayaan yang produktif. Jelas sekali dan motif mencari keuntungan/laba, bersama-sama dengan lembaga warisan serta dipupuk oleh hukum perjanjian sebagai mesin kapitalisme yang besar.
            Ada enam asas yang dapat dilihat sebagai ciri dari sistem ekonomi kapitalis, yakni sebagai berikut.
1.    Hak milik pribadi
Dalam sistem ekonomi kapitalis alat-alat produksi atau sumber daya ekonomi seperti SDA, modal, dan tenaga kerja. Dimiliki oleh individu dan lembaga-lembaga swasta.
2.    Kebebasan berusaha dan kebebasan memilih
Dalam sistem ekonomi kapitalis, yang dimaksud dengan kebebasan berusaha adalah kegiatan produksi dapat dengan bebas dilakukan oleh siapa saja yang mempunyai inisiatif. Sedangkan yang dimaksud dengan kebebasan memilih dalam sistem ekonomi kapitalis adalah menyangkut kedaulatan konsumen dan kebebasan pengusaha untuk memperoleh sumber daya ekonomi untuk memproduksi suatu produk yang dipilihnya sendiri untuk dijual dengan tujuan mencari keuntungan yang maksimum.
3.    Motif kepentingan diri sendiri
Kekuatan utama dari sistem ekonomi kapitalis adalah motivasi individu untuk memenuhi kepentingan/keuntungan diri sendiri.
4.    Persaingan
Sistem persaingan bebas merupakan salah satu lembaga penting dari sistem ekonomi kapitalis. Setiap individu atau pelaku ekonomi swasta, balik pembeli maupun pengusaha, dengan motivasi mencari keuntungan yang maksimum bebas bersaing di pasar dengan kekuatan masing-masing. Setiap pelaku ekonomi swasta bebas memasuki dengan meninggalkan pasar.
5.    Harga ditentukan oleh mekanisme pasar
Segala keputusan yang diambil oleh pengusaha (penjual) dan konsumen (pembeli) dilakukan melalui sistem pasar. Dalam perkataan lain, tingkat harga dan jumlah produksi yang terjual ditentukan sepenuhnya oleh kekuatan permintaan dan penawaran.
6.    Peranan terbatas pemerintah
Dalam sistem ekonomi kapitalis, pemerintah masih mempunyai peran yang dapat membatasi berbagai kebebasan individu, misalnya mengeluarkan peraturan-peraturan yang melarang praktik-praktik monopoli yang sifatnya non-alamiah dan melindungi hak-hak konsumen dan pekerja.
Dumairy (1996) mendefinisikan sistem ekonomi kapitalis dilihat dari terminology teori ekonomi mikro. Menurutnya sistem ekonomi kapitalis merupakan suatu sistem ekonomi yang menyandarkan diri sepenuhnya pada mekanisme pasar, prinsip Laissez Faire (persaingan bebas), meyakini kemampuan “the invisible hand”, dalam menuju efisiensi ekonomi. Mekanisme pasarlab (kekuatan permintaan dan penawaran) yang akan menentukan secara efisien ketiga pokok persoalan ekonomi [apa yang harus diproduksi, bagaimana memproduksinya dan untuk siapa diproduksi].

2.2.2 Sistem Ekonomi Sosialisme
            Seperti yang dijelaskan di Dumairy (1996), sistem ekonomi sosialis adalah kebalikan dari sistem ekonomi kapitalis. Bagi kalangan sosialis, pasar justru harus dikendalkan melalui perencanaan tepusat. Adanya berbagai distorsi dalam mekanisme pasar menyebabkannya tidak mungkin bekerja secara efisien; oleh karena itu pemerintah atau negara harus turut aktif bermain dalam perekonomian. Suatu hal yang penting untuk dicatat berkenaan dengan sistem ekonomi sosialis adalah bahwa sistem ini bukanlah sistem ekonomi yang tidak memandang penting peranan kapital. (hal 32)
Sistem ekonomi sosilisme dapat dibagi dalam dua subsistem, yaitu sistem ekonomi sosialis dari Marxis dan sistem ekonomi sosialisme demokrat. Sistem ekonomi sosialis Marxis disebut juga sistem ekonomi komando dimana seluruh unit ekonomi, baik sebagai produsen, konsumen, maupun pekerja, tidak diperkenankan untuk mengambil keputusan secara sendiri-sendiri yang menyimpang dari komando otoritas tertinggi, yakni partai.

2.2.3 Sistem Ekonomi Campuran
            Sistem ekonomi campuran adalah sistem yang mengandung beberapa elemen dari sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, sekarang ini tidak ada satupun (terkecuali di korea utara) negara yang menerapkan sistem ekonomi sosialis atau kapitalis 100%. Jadi, sistem ini merupakan “Campuran” antara kedua eksterm sistem ekonomi tersebut diatas, dengan berbagai variasi kadar dominasinya (tambunan, 2006b).
·         Kepemilikan oleh individu terhadap sumber ekonomi diakui negara.
·         Kompetisi antar individu memenuhi kebutuhan hidup dari persaingan antar badan usaha untuk mengjar keuntungan.
·         Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja.
·         Campur tangan pemerintah hanya untuk bidang tertentu seperti bidang yang diperlukan oleh seluruh masyarakat (listrik dan air).
·         Mekanisme pasar akan menghasilkan perosalan ekonomi dengan beberapa hal perlu adanya campur tangan pemerintah.

2.3 Sisem Politik
            Dalam perspektif sistem, sistem politik adalah subsistem dari sistem sosial. Perspektif atau pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap di antara elemen-elemen pembentuknya. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari berbagai sudut, misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang ada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau institusi pembentuk sistem politik. Hubungan antara berbagai lembaga negara sebagai pusat kekuatan politik misalnya merupakan satu aspek, sedangkan peranan partai politik dan kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu sistem politik. Dengan mengubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat sebagai kebudayaan politik, lembaga-lembaga politik, dan perilaku politik.
            Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan masukan (Input) ke dalam sistem politik, yang mengubah melalui proses politik menjadi keluaran (Output). Dalam model ini masukan biasanya dikaitkan dengan dukungan maupun tuntutan yang harus diolah oleh sistem politik lewat berbagai keputusan dan pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah untuk bisa menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. Dalam prespektif ini, maka efektifitas sistem politik adalah kemampuannya untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat.
            Namun, dengan mengingat Machiavelli maka tidak jarang efektifitas sistem politik diukur dari kemampuannya untuk mempertahankan diri dari tekanan untuk berubah. Pandangan ini tidak membedakan antara sistem politik yang demokratis da sistem politik yang otoriter.

2.4 Persaingan Terkendali
            Untuk mengetahui sistem ekonomi yang diambil oleh suatu negara maka perlu dianalisis kandungan faktor-faktor berikut.
Sistem ekonomi Indonesia (sistem persaingan terkendali):
·         Bukan kapitalis dan bukan sosialis. Indonesia mengakui kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi, kecuali sumber ekonomi yang menguasi hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara sesuai dengan UUD 45.
·         Pengakuan terhadap kompetisi antar individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar badan usaha untuk mencari keuntungan, tapi pemerintah juga mengatur bidang pendidikan, ketenaga kerjaan, persaingan, dan membuka prioritas usaha.
·         Pengakuan terhadap penerimaan imbalan oleh individu atas prestasi kerja dan badan usaha dalam mencari keuntungan. Pemerintah mengatur upah kerja minimal dan hokum perburuhan.
·         Pengelolaan ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam perekonimian melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu meningkatkan kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.

2.5 Kadar Kapitalisme dan Sosialisme
Unsur kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat dilihat dalam sudut berikut ini:
·         Pendekatan factual structural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian.
Pendekatan untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian.
Y = C + I + G + (X – M)
Y adalah pendapatan nasional
Bedasarkan rumus tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X – M) yang dilakukan oleh pemerintah.
Pengukuran kadar pemerintah juga dapat diminta dari peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hamper mengatur bisnis dan harga untuk setiap sektor usaha.
·         Pendapatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indonesia dari waktu kewaktu.
Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengelolaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme.
Percobaan untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hingga akhir tahun 1959. Percobaan untuk mengikuti sistem sosialis yang dilakukan oleh Presiden 1 menghasilkan keterpurukan ekonomi hingga akhir tahun 1965.

SUMBER
          Tambunan, Tulus.2009.Perekonomian Indonesai.Jakarta: Ghalia Indonesia Basri,             Faisal.1994.Perekonomian Indonesia Menjelang Abad XXI.Depok: Erlangga

Minggu, 20 Desember 2015

Pengantar Bisnis - PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (Softskill)

PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk.
Sekilas Indofoood
       Dalam dua dekade terakhir, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (“Indofood”) telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di pasar. Kini Indofood dikenal sebagai perusahaan yang mapan dan terkemuka di setiap kategori bisnisnya. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Indofood memperoleh manfaat dari ketangguhan model bisnisnya yang terdiri dari lima Kelompok Usaha Strategis (”Grup”) yang saling melengkapi.

Visi Misi dan Nilai
Visi   : Perusahaan Total Food Solutions
Misi :

  • Memberikan solusi atas kebutuhan pangan secara berkelanjutan
  • Senantiasa meningkatkan kompetensi karyawan, proses produksi dan teknologi kami
  • Memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan
  • Meningkatkan stakeholders’ values secara berkesinambungan
  • Nilai :

    “Dengan disiplin sebagai falsafah hidup; Kami menjalankan usaha kami dengan menjunjung tinggi integritas; Kami menghargai seluruh pemangku kepentingan dan secara bersama-sama membangun kesatuan untuk mencapai keunggulan dan inovasi yang berkelanjutan.”

    Sistem Pemasaran
                   PT. Indofood menawarkan berbagai produk untuk ekspor seperti mi, makanan bayi, saus dan bumbu instan, tepung dan pasta, minyak dan lemak nabati dengan kualitas dan keunggulan rasa tingkat tinggi bagi konsumen. Semua produk indofood telah bersertifikat halal.
                 Divisi mie instan memproduksi dan memasarkan berbagai produk mi seperti bag noodles, cup noodles, mi telur dan bihun instan, serta merupakan salah satu produsen mi instan terbesar di dunia dengan kapasitas lebih dari 16 miliar bungkus per tahun. Portofolio merek yang beragam meliputi merek-merek seperti Indomie, Supermi, Sarimi, Sakura, Pop Mie, Pop Bihun dan Mi Telur Cap 3 Ayam, melayani semua segmen pasar.
              Divisi Makanan Ringan terdiri dari unit usaha makanan ringan dan biskuit. Unit usaha makanan ringan merupakan perusahaan patungan dengan PepsiCo yang memproduksi makanan ringan modern dan tradisional seperti keripik kentang, singkong dan tempe, kerupuk keriting, dan kerupuk udang serta extruded snack yang dipasarkan dengan merek-merek Chitato, Lays, Qtela, Cheetos dan JetZ yang memiliki posisi yang kuat di pasar.
               Divisi Penyedap Makanan memproduksi produk-produk kuliner bagi Grup Indofood dan perusahaan asosiasi, PT Nestlé Indofood Citarasa Indonesia (“NICI”), yang merupakan perusahaan patungan dengan Nestlé SA kecuali untuk produk dry-mix seasonings yang diproduksi sendiri oleh NICI. NICI memasarkan produk kuliner seperti kecap, saus sambal, saus tomat, bumbu instan dan kaldu dengan merek Indofood, Piring Lombok, Indofood Racik dan Maggi. Selain itu, Divisi ini juga menjalankan sendiri kegiatan produksi dan pemasaran sirup dengan merek Indofood Freiss.
                 Indofood menjalankan kegiatan penjualan dan pemasaran di pasar internasional, ke lebih dari 60 negara seperti Belanda, Korea Selatan, Cina, Filipina, Vietnam, Malaysia, Singapura, Timor Leste, Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, Hong Kong, Yordania, Arab Saudi, dan Amerika Serikat. Dengan jaringan distribusi yang paling luas di Indonesia, Grup ini mendistribusikan hampir seluruh produk konsumen Indofood dan anak-anak perusahaannya.

    Sumber
    http://www.indofood.com/company/indofood-at-a-glance
    http://www.indofood.com/business/consumer-branded-products
    http://www.indofood.com/company/vision-mision-values

    Rabu, 21 Oktober 2015

    Pengantar Bisnis- Perusahaan dan Lingkungan Perusahaan (Softskill)

    PENGANTAR BISNIS
    PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN

    Disusun oleh
    Esti Wulandari                       (22215282)
    Fira Amalia Malikarahmi     (22215700)
    Kintan Ramadhani                (27215777)
    Nadia Putri                             (24215921)
    Lusiani Pratama Putri           (23215890)
    Puput Putri Pratanti              (25215411)
    Kelompok  : 2
    1EB23
    Universitas Gunadarma
    2015




    BAB I
    PENDAHULUAN
               1.1            Latar Belakang
                Perusahaan merupakan kesatuan teknis yang bertujuan menghasilkan barang atau jasa. Perusahaan juga disebut tempat berlangsungnya proses produksi yang menggabungkan faktor – faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Perusahaan merupakan alat dari badan usaha untuk mencapai tujuan yaitu mencari keuntungan. Lingkungan eksternal perusahaan adalah faktor-faktor diluar dunia usaha yang mempengaruhi kegiatan perusahaan.
                Lingkungan bisnis merupakan faktor ekstern atau dari luar lingkup suatu unit  usaha. di mana faktor ekstern tersebut mempunyai pengaruh terhadap kehidupan. Factor-faktor tersebut meliputi kehidupan-kehidupan sosial, ekonomi, budaya, politik dalam negeri, luar negeri, dll. Lingkungan internal menekankan pada hubungan antar fungsi di dalam suatu organisasi bisnis yang harus senantiasa dijaga keharmonisannya agar tidak menimbulkan konflik yang membawa bisnis ke dalam kehancuran/ kebangkrutan.

              1.2            Tujuan
    1.2.1        Mengetahui pengertian perusahaan
    1.2.2        Memahami tempat kedudukan dan letak perusahaan
    1.2.3        Memahami perusahaan dan lembaga sosial
    1.2.4        Mengetahui macam-macam lingkungan perusahaan dan pengaruhnya



    BAB II
    PEMBAHASAN
    2.1     Pengertian Perusahaan
                Menurut kamus besar bahasa Indonesia, usaha adalah kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud; pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu. Usaha adalah segala kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia dalam rangka mencapai kemakmuran dan kesejahteraan. Oleh karena itu, istilah usaha dalam ilmu ekonomi sesungguhnya dapat diartikan sebagai kegiatan atau tindakan ekonomi yang dilakukan manusia. Kuncinya adalah dalam rangka mencapai kemakmuran dan kesejahteraan.
                Perusahaan adalah kesatuan teknis (unit ekonomi) yang mengombinasikan sumber daya alam (tanah dan unsurunsurnya), sumber daya manusia, modal, dan kewirausahaan (skill) untuk menghasilkan sejumlah barang dan jasa tertentu.
                A.    Definisi Perusahaan
          Pengertian perusahan menurut Molengraaff adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus-menerus, untuk memperoleh penghasilan, bertindak keluar, dengan cara memperdagangkan, menyerahkan atau mengadakan perjanjian-perjanjian perdagangan. Pengertian perusahaan disini tidak mempersoalkan tentang perusahaan sebagai badan usaha, namun justru perusahaan sebagai perbuatan, jadi terkesan hanya meliputi kegiatan usaha.
          Pemerintah Belanda pada waktu membacakan rencana undang-undang WvK di muka parlemen, menerangkan bahwa Pengertian Perusahaan ialah keseluruhan dari perbuatan, yang dilakukan secara tidak terputus-putus, dalam kedudukan tertentu, dengan terang-terangan dan untuk mencari keuntungan (laba). Rumusan pengertian perusahaan yang diberikan oleh pemerintah Belanda ini amat luas, sebab pekerjaanpun masuk di dalamnya.
          Menurut Polak, Pengertian Perusahaan dari sudut komersil artinya baru dikatakan perusahaan apabila diperlukan perhitungan laba rugi yang dapat diperkirakan dan dicatat dalam pembukuan. Yang dimaksud dengan laba adalah tujuan utama dari  setiap perusahaan, jika tidak demikian berarti bukan perusahaan dan tidak mempersoalkan perusahaan sebagai badan usaha.
          Pengertian Perusahaan Menurut Undang-undang Nomor 3 Tahun 1982tentang Wajib Daftar Perusahaan, sebagai berikut :
    ·         Pengertian Perusahaan merupakan setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap, terus menerus dan yang didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wilayah negara Republik Indonesia yang bertujuan memperoleh keuntungan (laba).
    ·         Pengertian Usaha adalah setiap tindakan, kegiatan atau perbuatan apapun dalam bidang perekonomian yang dilakukan oleh setiap pengusaha untuk tujuan memperoleh keuntungan (laba).
    ·         Pengertian Pengusaha adalah setiap orang atau persekutuan atau badan hukum yang menjalankan suatu jenis perusahaan.
    2.2     Tempat Kedudukan & Letak Perusahaan
                Letak perusahaan sering pula disebut tempat kediaman perusahaan,yaitu tempat dimana perusahaan melakukan kegiatannya sehari-hari.Sedangkan istilah tempat kedudukan perusahaan dapat diartikan sebagai tempat kantor pusat perusahaan.
                Dengan semakin tajamnya persaingan serta banyaknya perusahaan yang saat ini bermunculan,maka pemilihan letak perusahaan ini sudah tidak mungkin dilakukan dengan cara coba-coba.Karena dengan cara itu perusahaan akan kalah dalam bersaing;disamping waktu harus berpacu,juga efisiensi di bidang biaya perlu mendapat perhatian.Oleh karena itu pemilihan letak perusahaan ini harus dilakukan dan diputuskan melalui beberapa pertimbangan yang disertai fakta yang kongkrit dan lengkap. Dalam pendirian perusahaan harus menyesuaikan pula dengan letak perusahaan tersebut akan didirikan, harus memperhitungkan untung dan ruginya.

            A.    Tempat Kedudukan Perusahaan
          Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya


            B.     Letak Perusahaan
          Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik/pabrik. letak perusahaan dipengaruhi faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya. faktor-faktor yang mempengaruhi biaya adalah:
    ·         Harga bahan mentah/bahan pembantu
    ·         Tingkat upah buruh
    ·         Tanah
    ·         Pajak
    ·          Biaya alat produksi

             C.    Jenis-Jenis Letak Perusahaan
    Ada 4 (empat) jenis letak perusahaan, diantaranya:
    1.      Letak Perusahaan Terikat Pada Alam
                Letak perusahaan yang terikat pada alam pada umumnya karena ketersediaan dan kemudahan bahan baku. Perusahaan yang berkaitan dengan bahan-bahan tambang pada umumnya terletak di daerah faktor produksi alamnya, seperti perusahaan timah, emas, minyak bumi, dan sebagainya. Letak perusahaan ini sangat ditentukan oleh sumber-sumber alam, jadi tidak dapat ditentukan oleh manusia; misalkan, usaha pertanian dan pertambangan.
    2.      Letak Perusahaan Berdasarkan Sejarah
                Letak perusahaan ini hanya dapat dijelaskan dengan adanya sejarah di lokasi itu. Misalkan kerjainan batik di daerah Surakarta dan Yogyakarta, hal ini disebabkan dulu seni membatik ini dimulai dari para wanita dalam Kraton di kedua kota itu.
    3.      Letak Perusahaan Yang Ditetapkan Oleh Pemerintah
                Dalam hal ini pemerintahlah yang menentukan dimana perusahaan harus menjalankan aktivitasnya. Hal ini agar masyarakat di sekitar lokasi itu tidak merasa terganggu karena adanya perusahaan tersebut. Misalnya, pabrik senjata/amunisi, peternakan babi, dan pabrik obat-obatan.
    4.      Letak Perusahaan yang Dipengaruhi oleh Faktor-faktor Ekonomi
                Jenis perusahaan ini bersifat industri. Di sini ada bebarapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan letak perusahaan :
    a)      Dekat dengan bahan baku
    Contoh : pabrik gula, pabrik semen
    b)      Dekat dengan pasar
    Di sini perusahaan sedekat mungkin dengan pasar atau konsumen. Contoh : pabrik roti (Bakery), rumah makan dan juga perusahaan jasa seperti Bank/Asuransi.
    c)      Dekat dengan pemasuk tenaga kerja
    Bagi perusahaan yang banyak membutuhkan tenaga kerja bukan ahli, cenderung memperhatikan agar dekat dengan tenaga kerja tersebut. Contoh : pabrik rokok, pabrik kembang gula.
    d)     Dekat dengan penyedia sumber tenaga/energy
    Contoh : pabrik peleburan bijih besi, aluminium dan baja.
    e)      Iklim
    Suatu perusahaan seringkali membutuhkan adanya iklim dan pengaturan suhu udara yang tertentu. Contoh : pabrik teh, pemintalan kapas, industri jamur.
    f)       Ongkos Transport
    Misalkan pabrik mobil, sangat membutuhkan lancarnya transportasi. Apabila jalan-jalan yang akan dilalui produk perusahaan ke konsumen sudah baik, maka diharapkan ongkos transportnya juga akan menjadi rendah.
    g)      Besarnya suplai modal
    Perusahaan yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya, cenderung akan memilih tempat dimana penananman modal cukup besar disertai tingkat bunga yang cukup rendah.

    2.3     Perusahaan dan Lembaga Sosial
                Lembaga sosial atau dikenal juga sebagai lembaga kemasyarakatan salah satu jenis lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia saat mereka menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup. Fungsi lembaga sosial adalah untuk memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok, menjaga keutuhan dari masyarakat, sebagai paduan masyarakat dalam mengawasi tingkah laku anggotanya.
         Dalam pendekatan ekonomi, pemisalan terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah perusahaan akan melakukan kegiatan produksinya hingga mencapai tingkat keuntungan maksimum. Meskipun demikian memperoleh laba bukanlah satu-satunya tujuan perusahaan. Masih ada tujuan lain seperti memberikan kesempatan kerja untuk mengurangi pengangguran, prestise, pertimbangan politik, upaya pengabdian kepada masyarakat dan sebagainya.
          Dengan demikian, yang membedakan perusahaan dengan lembaga sosial terletak pada penekanan/prioritas perusahaan terhadap laba, kelangsungan hidup, dan tanggung jawab sosial. Lembaga sosial lebih menekankan prioritasnya pada tanggung jawab sosial. Sebaliknya, perusahaan berorientasi pada perolehan keuntungan, umumnya akan memfokuskan kegiatannya untuk meningkatkan nilai perusahaan.
    Tujuan didirikannya suatu perusahaan, tujuan dibentuknya perusahaan dibedakan menjadi dua yaitu :
          1.      Tujuan Ekonomis
    Berkenaan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya. Contoh : Menciptakan laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk, kualitas, harga, kuantitas, pelanggan (inovatif).
          2.      Tujuan Sosial
    Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia, faktor-faktor produksi, maupun masyarakat luas.
    Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan, yaitu memberi kepuasan kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.

               A.      Perusahaan sebagai suatu Sistem 
          Sistem adalah suatu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Perusahaan adalah suatu sistem karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai tertentu antara lain keuntungan, pemenuhan kebutuhan masyarakat, maupun tanggung jawab sosial.

              B.      Sifat Sistem Perusahaan
    Terdapat 5 sifat sistem perusahaan diantaranya
    ·         Kompleks
    Setiap bagian dalam perusahaan saling bekerjasama
    ·         Beragam
    Perusahaan yang selalu mengarah kepada difersifikasi hasil produksi perusahaan
    ·         Dinamis
    Sebuah perusahaan harus bisa menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada perusahaan
    ·         Saling tergantung
    Didalam intern sebuah perusahaan setiap perusahaan saling bergantung dan berkaitan satu sama lain

    ·         Sebagai suatu kesatuan/unit
    Setiap kegiatan yang dilakukan dalam sebuah perusahaan saling bekerjasama dan membantu sebagai suatu kesatuan

               C.      Fungsi Perusahaan
          Ada dua fungsi perusahaan apabila kedua fungsi tersebut dijalankan dengan lancar, terkoordinir, terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan perusahaan yaitu :
    a.       Fungsi Operasi 
    Pembelian dan produksi, pemasaran, keuangan, personalia, fungsi operasi utama perusahaan, akuntansi, administrasi, teknologi informasi, transformasidan komunikasi, pelayanan umum dan UU, dan fungsi operasi penunjang.
    b.      Fungsi Manajemen
    Perencanaan, pengorganisasian, pengarah, pengendalian.




    2.4     Macam-Macam Lingkungan Perusahaan dan Pengaruhnya
                Perusahaan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya untuk menjalin hubungan baik. Interaksi dengan lingkungan sekitar merupakan salah satu faktor pendukung untuk memajukan dan mencapai tujuan perusahaan. Lingkungan perusahaan juga memberikan dampak yang baik dan yang buruk bagi perusahaan. Dampak yang positif membantu perkembangan perusahaan , sedangkan dampak negatif harus segera di hindari atau diatasi oleh perusahaan. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan tersingkir dengan mudah oleh perusahaan lain yang dapat beradaptasi dan membaur dengan perusahaan.
               A.    Macam Lingkungan Perusahaan
    1.      Lingkungan Eksternal
                Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan societal ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja (industri) organisasi. Variabel-variabel eksternal ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan peluang, Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :
    a)      Lingkungan eksternal makro, adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha. Contoh :
    o   Keadaan alam: SDA, lingkungan.
    o   Politik dan hankam: kehidupan operasional perusahaan sangat terpengaruh oleh politik dan hankam negara dimana perusahaan berada menciptakan.
    o   Hukum
    o   Perekonomian
    o   Pendidikan dan kebudayaan
    o   Sosial dan budaya
    o   Kependudukan
    o   Hubungan internasional.
    b)      Lingkungan eksternal mikro, adalah lingkungan eksternal yang pengaruh langsung terhadap kegiatan usaha. Contoh :
    o   Pemasok / supplier : yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan.
    o   Perantara, misalnya distribotur, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen.
    o   Teknologi: yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode, dll.
    o   Pasar, sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan.
    2.      LingkunganInternal
                Lingkungan internal dalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi. Contoh :
    o   Tenaga kerja
    o   Peralatan dan mesin
    o   Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
    o   Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
    o   Sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.

             B.     Faktor Lingkungan
    1)      Lingkungan perekonomian yang erat berhubungan dengan pasar dimana diadakan penjualan dan pembelian barang dan jasa.
    2)      Lingkungan seperti politik, pemerintah, hokum, dan militer yang mengatur kegiatan perusahaan.
    3)      Keadaan sosial meliputi berbagai golongan penduduk dengan sikap kepercayaan, tingkah laku yang dicerminkan dalam lembaga social yang ada.
    Dari ketiga golongan diatas masih dapat diperinci lagi menjadi sub factor:
    ·         Tanah dan alam sekitar
    Tanah dan sumber alam merupakan salah satu factor penting untuk kegiatan perusahaan.
    ·         Ilmu pengetahuan dan seni
    Ilmu penegtahuan menunjukkan metode, manajemen kepada pimpinan dalam mengelola perusahaan. Penerapan ilmu pengetahuan dalam dunia perusahaan akan dapat membantu menggali ilmu pengetahuan lebih lanjut.
    ·         Pemerintah dan hokum
    Aspek positif dari pemerintah akan dibutuhkan oleh perusahaan ialah perlindungan terhadap hak milik, pemeliharaan tata hukum, dan keamanan, serta penggunaan keuangan, tetapi pemerintah perlu mengadakan pembatasan dengan mengadakan pemungutan pajak dan tarif.

    ·         Uang, kredit, capital
    Uang kredit merupakan darah bagi kehidupan perusahaan. Apabila uang, kredit, dan kapital ini lambat akan menghambat jalannya perusahaan. Sebaliknya, jika jumlah yang terlampau banyak akan mengganggu perusahaan. Uang sebagai alat pembayaran, termasuk kredit didalamanya. Mengenai kapital perusahaan tidak akan dapat menjalanka fungsinya tanpa kapital.dana kapital ini dalam bentuk terkumpulnya uang atau kredit yang diinfestasikan dalam perusahaan.
    ·         Tersedianya tenaga kerja
    Tenaga kerja dalam perusahaan pada umumnya bersatu dalam bentuk serikat kerja. Berhasilnya perusahaan tergantung pada tingkat ketrampilan, kesehatan, dan sikap dari tenaga kerja. Hal ini sangat tergantung pada system pendidika, standar hidup, dan inisiatif dari masyarakat.
    ·         Sikap konsumen
    Usaha perusahaan untuk mengurangi resiko dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dengan memperhatikan sikap konsumen dan publik.
    ·         Kepercayaan dan agama
    Mempengaruhi tingkah laku manusia serta etika masyarakat, hal ini mempengaruhi kebijaksanaan perusahaan yang diambil oleh manajer. Standar etika ini harus diikuti oleh perusahaan.
    ·         Hubungan internasional
    Hubungan ini meliputi penyediaan sumber ekonomi, bahan perdagangan dan politik mungkin tidak terbatas pada bahan dasar, tetapi juga berupa tenaga kerja terdidik yang didatangkan dari luar negeri.



    BAB III
    PENUTUP

    3.1     Kesimpulan
                Perusahan ialah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi barang atau jasa. Hal ini disebabkan karena kebutuhan manusia tidak bisa digunakan secara langsung dan harus melewati sebuah proses di suatu tempat, sehingga inti dari perusahaan ialah tempat melakukan proses sampai bisa langsung digunakan oleh manusia.
                Sedemikian eratnya kaitan bisnis dengan perusahaan sebagai organisasi bisnis maka untuk dapat memahami serta menjalankan bisnis yang berhasil dan terus menerus mendatangkan keuntungan perlu mempelajari bahkan menguasai ilmu ekonomi perusahaan dan konsep – konsep dasar perusahaan.
                Agar bisnis yang dikelolanya dapat bertahan dan berkembang, pelaku bisnis perlu memperhatikan faktor-faktor penunjangnya yaitu :
          1.      Etika Bisnis karena berkaitan erat dengan penilaian masyarakat sebagai konsumen atau pembeli produk baik itu berupa barang atau jasa yang diproduksi serta ditawarkan perusahaan.
          2.      Letak dan tempat kedudukan perusahaan sebagai salah satu faktor pendukung penting yang dapat menjamin tercapainya tujuan perusahaan. Ketepatan pemilihan letak dan tempat perusahaan akan memberikan bantuan yang sangat berharga dalam kaitannya dengan efisiensi dan efektifitas produksi serta fleksibilitas terhadap kemungkinan rencana dimasa depan.
          3.      Perusahaan sebagai lembaga sosial, sehingga selain untuk memperoleh keuntungan atau laba yang sebesar-besarnya, perusahaan juga harus mampu menempatkan posisinya yang tepat dalam masyarakat dengan turut memperhatikan kesejahteraan sosial masyarakat sekitarnya dan juga lingkungan. Dan keberadaan perusahaan atau usaha bisnis itu sendiri harus dapat dipertanggung jawabkan secara sosial.
          4.      Lingkungan Internal maupun Lingkungan eksternal perusahaan yang sangat berperan dalam kelancaran serta kelangsungan operasi suatu perusahaan.
          5.      Bentuk-bentuk badan usaha, karena pemilihan bentuk badan usaha yang tepat dan jelas menurut hukum yang berlaku akan membantu pelaku bisnis untuk menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan demi tujuan yang diidamkan serta untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.


    Daftar Pustaka
                [Selasa, 20 Oktober 2015]
                [Selasa, 20 Oktober 2015]
                [Selasa, 20 Oktober 2015]
                [Selasa, 20 Oktober 2015]
                [Selasa, 20 Oktober 2015]
                [Selasa, 20 Oktober 2015]
                [Rabu, 21 Oktober 2015]
                [Rabu, 21 Oktober 2015]
                [Rabu, 21 Oktober 2015]